Safira Jasmina (Baping Family)
Pengertian aqidah secara Bahasa :  Aqidah bisa diartikan sebagai ikatan atau keyakinan.

Pengertian aqidah secara istilah : Aqidah merupakan sebuah keimanan yang kuat terhadap suatu dzat tanpa ada keraguan sedikitpun.

Aqidah adalah sebuah keimanan yang pasti tanpa ada keraguan sama sekali. Oleh karena itu, berpegang pada aqidah yang benar merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam. Bila Aqidah tertanam pada setiap muslim, maka setiap orang akan merasakan pengawasan Allah kepada dirinya. Bila hal itu terjadi, maka tidak akan ada orang yang korupsi, mencuri atau berbohong, karena dirinya yakin bahwa Allah mengawasinya. 

Apakah koruptor tidak berpendidikan? tidak beragama? Mereka malah berpendidikan tinggi dan beragama sesuai kKTPnya. Tetapi aqidah belum tertanam pada dirinya, karena dia masih berani mencuri.

Aqidah merupakan konsep yang abstrak dan berat untuk seorang anak. Anak yang masih dalam tahap perkembangan konkret tentu saja akan sulit mendapat penjelasan tentang aqidah.

Secara garis besar, Aqidah islam meliputi semua rukun iman yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul, Hari Kiamat serta iman kepada Qada dan Qadar.
Seringkali di sebuah TK, guru mengajarkan rukun iman dengan  menghafalkan rukun iman. Setiap pagi mereka mengucapkan rukun iman berulang-ulang. Di usia yang masih sangat muda mereka hafal walu lebih Panjang dari hapalan Pancasila. Lalu dengan hapal, apakah kita bisa mengatakan mereka sudah beriman?

Nasih Ulwan dalam bukunya menyampaikan dalam bukunya Tarbiyatul Aulad bahwa  diperintahkan untuk mengajarkan “La illahaillallah” kepada anak. Tapi bukan berarti anak hanya menghafalkan kalimat Laa illahaillah”, tetapi memperkenalkan ciptaan Allah kepada anak-anak.
Bagaiman memperkenalkalkannya? Mulai dari yang dekat dengan anak terlebih dahulu, missal anggota tubuhnya. Kita sering melihat ibu-ibu  mengajarkan anaknya dengan bertanya mana pipi, mata, hidung, tangan kaki dan sebagainya. Anak belajar mulai dari merespon yang dikatakan ibunya, menunjukkan, dan menyebutkannya Ketika sudah bisa bicara. Nah, harusnya ada selangkah lagi yang diikenalkan kepada mereka bahwa anggota tubuh mereka adalah ciptaan Allah.

Lalu mereka minum susu, duduk di kursi, minum menggunakan botol, mulai mengenakan baju atau pakaian yang disukainya. Kita lanjutkan dengan menyampaikan bahwa semua itu buatan manusia.
Perlahan dan sesuai dengan bertambah usianya, anak diperkenalkan perbedaan ciptaan Allah dan buatan manusia. Allah yang menciptakan hidung, manusia hanya bisa membuat hidung. Allah yang menciptakan daun,, manusia hanya bisa menggambar daun atau membuat tiruan daun.
Ketika dari kecil anak sudah membedakan annatra cipataan Allah dan buatan manusia, in sha Allah anak sudah mulai mengenal Allah melalui ciptaan-ciptaan-Nya.

Sumber:
Paket Permainan Interaktif ALIF